Konektivitas

Konektivitas untuk Warganet Saat Ini

Tom Chottayil Varghese
Tom Chottayil Varghese
Connectivity Policy, Facebook |

Beberapa tahun lalu, saya berkunjung ke sebuah desa di Rajshahi, Bangladesh, yang baru merasakan sinyal 2G yang tidak stabil. Seorang pria memberi tahu saya bahwa dia harus memanjat pohon asam di kebun belakangnya hanya untuk mendapatkan satu baris sinyal — itu pun masih sulit untuk menelepon atau mengirim SMS ke teman-temannya.

Beberapa tahun lalu, saya berkunjung ke sebuah desa di Rajshahi, Bangladesh, yang baru merasakan sinyal 2G yang tidak stabil. Seorang pria memberi tahu saya bahwa dia harus memanjat pohon asam di kebun belakangnya hanya untuk mendapatkan satu baris sinyal — itu pun masih sulit untuk menelepon atau mengirim SMS ke teman-temannya.

Sebuah menara seluler didirikan beberapa minggu kemudian, sehingga sinyal 4G dan akses ke semua layanan online dapat dirasakan di area ini — minimal untuk yang punya smartphone. Sebuah perubahan yang memerlukan waktu berpuluh-puluh tahun di bagian dunia lain melalui jaringan telepon kabel, modem, ponsel, internet broadband, dan 4G hanya terjadi dalam satu malam.

Lompatan serupa saat ini terjadi di seluruh Asia Pasifik dengan pertumbuhan pengguna internet berada di angka 8 persen - angka pertumbuhan tercepat di seluruh dunia. Nilai yang diperoleh oleh masyarakat dari hal ini sangatlah besar, namun yang terpenting, lompatan ini juga memberi kekuatan kepada individu dan masyarakat. Konektivitas memberikan kemampuan dalam mengakses pengetahuan pada saat perpustakaan tidak tersedia, membangun bisnis tanpa bangunan, menyimpan dan mengirim uang tanpa rekening bank, atau berkonsultasi dengan dokter saat Anda jauh dari rumah sakit. Dan mampu menghubungi dengan orang yang Anda sayangi tanpa harus memanjat pohon asam.

Dengan banyaknya peluang yang dijanjikannya, konektivitas belum tersebar secara merata. Dengan pertumbuhan pesat dari internet di Asia Pasifik, maka sistem pendidikan, lembaga, perusahaan, dan masyarakat harus bekerja bersama dengan lebih baik untuk memastikan inklusi digital.

Menjadi warganet berarti berusaha memastikan sebanyak mungkin orang dan masyarakat mampu meraup manfaat dari konektivitas.

- Tom Chottayil Varghese, Maret 2019